MediaBerita
  • Login
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Kamtibmas
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Kamtibmas
No Result
View All Result
MediaBerita
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Pemprov DKI Gunakan Astrazeneca untuk Dosis Pertama Vaksinasi Massal

Admin Medialontar by Admin Medialontar
6 Mei 2021
in NASIONAL
0
Pemprov DKI Gunakan Astrazeneca untuk Dosis Pertama Vaksinasi Massal
0
SHARES
7
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mulai menggunakan vaksin Astrazeneca bagi warga yang akan divaksin atau mendapatkan dosis pertama pada vaksinasi.

Sebelumnya, vaksin Astrazeneca sudah dipakai dalam beberapa minggu terakhir untuk jajaran TNI/Polri di Jakarta.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti, mengungkapkan, DKI Jakarta akan menerima sebanyak 1,5 juta dosis vaksin Astrazeneca dari Kementerian Kesehatan. Saat ini, sebanyak 500.000 dosis vaksin Astrazeneca sudah diterima oleh Pemprov DKI Jakarta.

“Mulai 5 Mei, seluruh pelayanan vaksinasi Covid-19 yang dibiayai pemerintah di fasilitas kesehatan di DKI Jakarta, seperti puskesmas, rumah sakit, klinik, sentra vaksin dan di luar gedung puskesmas menggunakan vaksin Astrazeneca untuk pemberian dosis pertama. Vaksin Astrazeneca ini diberikan sebanyak dua dosis dengan interval 12 minggu,” kata Widyastuti pada Media Update Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 di Jakarta, Rabu (5/5/2021).

Untuk sasaran pemberian vaksin Astrazeneca masih sama sesuai tahapan, yaitu untuk kelompok lansia, pelayan publik, dan warga usia 18 tahun ke atas yang berada di RW padat penduduk sesuai Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No 90 Tahun 2018 tentang Peningkatan Kualitas Pemukiman dalam Rangka Penataan Kawasan Pemukiman Terpadu, daerah yang terdapat atau berpotensi terjadinya kasus Covid-19 dengan variant of concern (VOC), dan daerah zonasi paling berisiko pada PPKM mikro.

Tetap
Lebih lanjut Widyastuti menjelaskan, jika ada warga yang dosis pertama menggunakan vaksin Sinovac, maka dosis kedua tetap menggunakan Sinovac, karena telah dilakukan penghitungan dan dosis vaksinnya pun telah disediakan.

“Namun, untuk warga yang baru mendapat dosis pertama per hari ini, maka akan diberikan Astrazeneca,” imbuhnya.

Widyastuti menambahkan, Pemprov DKI Jakarta juga melakukan percepatan vaksinasi Covid-19 dengan menjangkau pemukiman padat penduduk sebanyak 445 RW se-DKI Jakarta.

“Percepatan terus dilakukan. Saat ini, kapasitas suntik vaksin dosis pertama pun sudah sampai sekitar 76.000 per hari, karena banyaknya kolaborator yang bekerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta dan kami juga sudah memberikan pelatihan kepada lebih dari 10.000 vaksinator. Kita mampu karena sentra vaksin kita banyak, ada yang di mal, pasar, hingga Kecamatan. Namun, perlu diingat, meskipun sudah divaksin, tetap terapkan 5M,” papar Widyastuti dikutip dari Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi.

Terkait keamanan penggunaan vaksin Astrazeneca, Plt Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kementerian Kesehatan, Prima Yosephine, menjelaskan, vaksin tersebut telah mendapatkan persetujuan dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) emergency use listing (EUL), persetujuan penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Adapun efektivitas vaksin sampai 77,2 persen setelah pemberian dua dosis.

“Indonesia termasuk salah satu dari 92 negara yang eligible mendapatkan dukungan vaksin Covid-19 dari Covax Facility sebesar 20 persen dari total populasi penduduk. Pada kuartal 1 tahun 2021, Indonesia akan mendapatkan bantuan sebanyak 11,7 juta dosis vaksin Astrazeneca. Di Indonesia, sebanyak 1 juta dosis Astrazeneca sudah digunakan,” jelasnya.

Tidak Ada Perbedaan
Prima juga menyebut, tidak ada perbedaan dalam proses screening kesehatan saat pelaksanaan vaksinasi, baik itu jenis vaksin Sinovac maupun Astrazeneca.

“Kami akan membekali dengan obat jika dibutuhkan yang mana keesokan harinya kondisi tubuh setelah divaksin Astrazeneca biasanya sudah kembali normal. Belum pernah terlaporkan efek samping yang serius. Selain itu, ada kontak yang diberikan bagi warga untuk mengeluhkan jika ada efek samping. Namun, tidak perlu dikhawatirkan, karena tergolong ringan untuk efeknya,” ujarnya.

Terkait kejadian ikutan pasca-imunisasi (KIPI) atas vaksin Astrazeneca, Ketua Komnas KIPI, Hindra Irawan Satari, menjelaskan, dari laporan clinical trial fase 1, 2, dan 3, terdapat efek seperti sakit kepala, nyeri sendiri, demam sampai menggigil, lemas, maupun mual. Namun, gejala-gejala tersebut lebih menurun dan hilang ketika bertambah usia.

“Usia muda lebih rentan terhadap gejalanya, usia makin lanjut makin hilang gejalanya. Namun, gejala yang dialami itu tergolong ringan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan, sampai saat ini di Indonesia belum ada laporan kejadian pembekuan darah seperti di Eropa. Frekuensi kejadiannya pun terbilang sangat jarang. “Kami berharap tidak ada laporan tersebut di Indonesia,” imbuhnya.

“Kedua jenis vaksin yang diberikan di Indonesia itu baik. Daya lindungnya sampai sekarang juga masih aman dan dapat digunakan, karena penelitian juga masih terus dilakukan. Jika ada keluhan, segera hubungi nomor kontak yang tertera pada kartu vaksinasi,” pungkasnya.

Sumber: BeritaSatu.com

Tags: astrazeneca
Admin Medialontar

Admin Medialontar

Related Posts

Peresmian Kantor Baru Kompolnas di Jakarta, Dorong Penguatan Kinerja Pengawasan Polri
NASIONAL

Peresmian Kantor Baru Kompolnas di Jakarta, Dorong Penguatan Kinerja Pengawasan Polri

5 Mei 2026
Pemadaman Listrik Jakarta Ganggu Aktivitas Warga dan Operasional MRT
NASIONAL

Pemadaman Listrik Jakarta Ganggu Aktivitas Warga dan Operasional MRT

10 April 2026
Triple Planetary Crisis Ancam Indonesia, Sungai dan Iklim Jadi Sorotan
NASIONAL

Triple Planetary Crisis Ancam Indonesia, Sungai dan Iklim Jadi Sorotan

19 Februari 2026
Next Post
Pandemi Jadi Tantangan Pengembangan Teknologi untuk Pendidikan

Pandemi Jadi Tantangan Pengembangan Teknologi untuk Pendidikan

Peniadaan Mudik, Kakorlantas – Menhub Lepas Tim Pamatwil Ops Ketupat 2021

Peniadaan Mudik, Kakorlantas – Menhub Lepas Tim Pamatwil Ops Ketupat 2021

Sianida Bebas Beredar Disorot Setelah Sate Beracun Bikin Gempar

Sianida Bebas Beredar Disorot Setelah Sate Beracun Bikin Gempar

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Login
Notify of
guest

guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Recommended

Pemadaman Listrik Jakarta Ganggu Aktivitas Warga dan Operasional MRT

Pemadaman Listrik Jakarta Ganggu Aktivitas Warga dan Operasional MRT

1 bulan ago
Terapkan PPKM Level 3, Polri Siapkan Pos Penyekatan saat Libur Nataru

Terapkan PPKM Level 3, Polri Siapkan Pos Penyekatan saat Libur Nataru

5 tahun ago
Ditjen Hubdat Bahas Strategi Pengaturan Lalu Lintas Bersama Korlantas

Kemenhub Tegaskan BLUe sebagai Instrumen Penting Keselamatan Transportasi Darat

9 bulan ago
Jumat Berkah, PWI dan Polres Dumai Berbagi Sembako

Jumat Berkah, PWI dan Polres Dumai Berbagi Sembako

5 tahun ago

Topics

APIC Artifintel Soundworks Arus Mudik 2026 Arus Mudik Lebaran ASN Bansos Berita BGN BPJS BPJS Kesehatan budaya tertib covid-19 Ditjen Hubdat DIVHUMAS Indonesia jokowi Joko Widodo Kakorlantas Polri kemenkes kesehatan keselamatan jalan Keselamatan lalu lintas Korlantas korlantas polri Lalu Lintas Makan Bergizi Gratis MBG Nasional News Operasi Ketupat Operasi Ketupat 2026 Para Ahli Pemilu 2024 polantas humanis Polantas Menyapa polri PPKM Prabowo prabowo subianto Rekayasa Lalu Lintas Rumah Sakit Sendrasena Silancar sri mulyani vaksin corona
No Result
View All Result

Highlights

Polantas Perkuat Edukasi Lalu Lintas untuk Generasi Muda Sejak Dini

Polantas Bangun Kesadaran, Komunitas Jadi Garda Depan Keselamatan Jalan

Polantas Bangun Kesadaran Kolektif, Keselamatan Jadi Gerakan Nasional

Peresmian Kantor Baru Kompolnas di Jakarta, Dorong Penguatan Kinerja Pengawasan Polri

Polantas Dekat dengan Masyarakat, Kunci Pelayanan Publik yang Lebih Baik

Polantas Presisi Empati: Strategi Baru Tingkatkan Keselamatan Lalu Lintas

Trending

Kakorlantas Tegaskan Implementasi Zero Over Dimension dan Overload Dimulai 2027
Jaga Negeri

ETLE Dioptimalkan, Korlantas Perkuat Pengawasan Menuju Zero ODOL 2027

by christine natalia
20 Mei 2026
0

Jakarta — Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menegaskan pentingnya penerapan kebijakan Zero Over Dimension and Overload (ODOL)...

Wabah Norovirus di Kapal Pesiar Ambition, Prancis Isolasi Ribuan Penumpang di Bordeaux

Wabah Norovirus di Kapal Pesiar Ambition, Prancis Isolasi Ribuan Penumpang di Bordeaux

15 Mei 2026
Cara Berkendara Mencerminkan Peradaban Bangsa, Kakorlantas Dorong Budaya Tertib Lalu Lintas

Kakorlantas Agus: Keselamatan Berkendara Menentukan Karakter Bangsa

11 Mei 2026
Polantas Tanamkan Kesadaran Sejak Dini Demi Investasi Keselamatan Generasi Muda

Polantas Perkuat Edukasi Lalu Lintas untuk Generasi Muda Sejak Dini

6 Mei 2026
Polantas Dorong Komunitas Pengendara Jadi Pelopor Keselamatan Jalan

Polantas Bangun Kesadaran, Komunitas Jadi Garda Depan Keselamatan Jalan

6 Mei 2026
© Copyright Medialontar Team All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Kamtibmas

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
wpDiscuz