Medialontar.com – Rumah Sakit Islam Jakarta (RSIJ) Cempaka Putih menyampaikan perkembangan kondisi korban ledakan di SMA Negeri 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara. Hingga Senin siang, sebanyak 13 korban masih menjalani perawatan intensif dan rawat inap di fasilitas tersebut. Peristiwa yang terjadi pada Jumat siang itu sebelumnya menyebabkan puluhan siswa, tenaga pendidik, serta warga sekitar mengalami luka-luka akibat gelombang ledakan.
Direktur Utama RSIJ Cempaka Putih, Pradono Handojo, menjelaskan bahwa mayoritas korban mengalami cedera pada bagian telinga. Cedera tersebut diduga akibat efek getaran ledakan yang cukup kuat. Menurutnya, kondisi keseluruhan pasien berangsur membaik dari hari ke hari, meskipun sebagian korban masih membutuhkan observasi ketat dari tim medis.
Pada penjelasan resmi, Pradono menyampaikan bahwa dari total korban yang pernah ditangani, terdapat 49 pasien yang sempat datang melalui Instalasi Gawat Darurat sejak insiden terjadi. Dari jumlah tersebut, sebagian besar telah diperbolehkan pulang setelah menjalani pemeriksaan dan perawatan awal. Namun, 13 orang masih dirawat, terdiri atas 11 pasien di ruang rawat biasa serta dua pasien di unit perawatan intensif.
Lebih lanjut, ia memaparkan terdapat variasi tingkat keparahan cedera pada korban. Beberapa pasien mengalami robekan total pada gendang telinga, sementara sebagian lainnya hanya mengalami luka sebagian. Meski demikian, para pasien menunjukkan respons positif terhadap perawatan, termasuk mereka yang dirawat dengan kondisi lebih berat.
Untuk dua pasien di ruang intensif, pihak rumah sakit mengungkapkan keduanya terus menunjukkan perkembangan kesehatan. Mereka mulai merespons perintah sederhana, seperti menggerakkan anggota tubuh. Meski demikian, tim medis masih membutuhkan waktu untuk memastikan pemulihan total pasien. Luka bakar pada wajah, patah tulang rahang, dan sejumlah luka lain menjadi faktor utama yang membuat keduanya belum dapat dipulangkan.
Selain korban umum, rumah sakit ini juga merawat terduga pelaku ledakan. Namun, informasi terkait kondisi medis individu tersebut tidak dapat diungkap lebih jauh karena berada dalam ranah kewenangan aparat penegak hukum. Pihak rumah sakit hanya memastikan bahwa proses perawatan dilakukan sesuai standar medis tanpa pengecualian.
Insiden ledakan di SMA Negeri 72 terjadi saat aktivitas salat Jumat berlangsung di area masjid sekolah. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 12.15 WIB itu memicu kepanikan, mengingat banyak siswa dan warga sekolah berada di lokasi. Setelah kejadian, tim medis dari berbagai rumah sakit rujukan segera menangani para korban yang mengalami luka mulai dari ringan hingga berat.
Berdasarkan data terakhir per Senin siang, tercatat total korban mencapai 70 orang yang dirawat di RSIJ Cempaka Putih, RS Yarsi, dan RS Pertamina Jaya. Dari jumlah tersebut, 38 pasien telah dinyatakan sehat dan dipulangkan, sedangkan 32 lainnya masih menjalani perawatan lanjutan di beberapa rumah sakit berbeda.
Di sisi lain, proses kegiatan belajar mengajar siswa SMA Negeri 72 telah dialihkan secara daring sebagai langkah antisipasi pasca-insiden. Penerapan metode pembelajaran jarak jauh ini direncanakan berlangsung sementara dan akan dievaluasi secara berkala. Apabila kondisi sekolah dan lingkungan dinilai aman, aktivitas belajar mengajar tatap muka diharapkan dapat dimulai kembali pada pekan depan.
Situasi terkini masih terus dipantau oleh otoritas kesehatan, pemerintah daerah, dan pihak sekolah. Upaya pemulihan fisik dan psikologis bagi para siswa, tenaga pengajar, dan keluarga korban menjadi prioritas agar kegiatan pendidikan serta aktivitas masyarakat sekitar kembali berjalan normal. Masyarakat diimbau tetap tenang sambil menunggu proses penanganan selesai dan hasil penyelidikan lebih lanjut dari pihak berwenang terkait penyebab ledakan tersebut.

