MediaBerita
  • Login
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Kamtibmas
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Kamtibmas
No Result
View All Result
MediaBerita
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Sri Susuhunan Pakubuwono XIII Wafat, Penjaga Harmoni dan Persatuan Keraton Surakarta

christine natalia by christine natalia
3 November 2025
in NASIONAL
0
Sri Susuhunan Pakubuwono XIII Wafat, Penjaga Harmoni dan Persatuan Keraton Surakarta

Sri Susuhunan Pakubuwono XIII Wafat, Penjaga Harmoni dan Persatuan Keraton Surakarta

0
SHARES
17
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Medialontar.com – Raja Keraton Surakarta, Sri Susuhunan Pakubuwono XIII, meninggal dunia pada Minggu (2/11) pagi di usia 77 tahun setelah menjalani perawatan intensif sejak 20 September 2025. Kepergian sosok yang dikenal sebagai pemersatu dua kubu keraton ini meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Solo dan keluarga besar Mataram.

Pakubuwono XIII atau yang memiliki nama lahir Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Hangabehi, lahir di Kota Solo pada 28 Juni 1948. Sejak kecil, ia tumbuh di lingkungan keraton yang kental dengan nilai-nilai budaya dan spiritualitas Jawa. Sebagai putra sulung Sri Susuhunan Pakubuwono XII, Hangabehi sejak dini telah memahami peran besar yang kelak harus ia emban sebagai penerus takhta Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Namun, perjalanan menuju singgasana tidak mudah. Setelah wafatnya PB XII pada 11 Juni 2004, muncul konflik internal mengenai siapa yang berhak menduduki posisi raja. Dari 35 anak PB XII, dua nama yang menonjol adalah KGPH Hangabehi dan adiknya, KGPH Tedjowulan. Perbedaan pandangan di antara kedua kubu membuat Kasunanan terbelah.

Forum Komunikasi Putra Putri (FKPP) PB XII sempat menetapkan Hangabehi sebagai penerus sah pada Juli 2004. Namun, di tengah proses penobatan, pihak lain menobatkan Tedjowulan sebagai raja. Ketegangan memuncak hingga menimbulkan bentrok fisik di kompleks keraton pada awal September 2004. Peristiwa itu menjadi catatan kelam dalam sejarah panjang Kasunanan Surakarta, ketika tembok istana yang selama ini menjadi simbol ketenangan justru menyaksikan perpecahan di antara keluarga sendiri.

Kendati demikian, Hangabehi tetap menjalankan penobatan resmi pada 10 September 2004 di Bangsal Manguntur Tangkil, Sitihinggil Lor. Upacara berlangsung khidmat dan dihadiri para bangsawan, keturunan PB XII, serta utusan dari berbagai kerajaan di Nusantara. Tiga sesepuh keraton turut memberikan dukungan, menegaskan keabsahan dirinya sebagai Sri Susuhunan Pakubuwono XIII.

Masa pemerintahannya menghadirkan banyak tantangan. Selain harus memulihkan citra keraton yang sempat terbelah, ia juga berupaya mengembalikan fungsi keraton sebagai pusat pelestarian budaya Jawa. Di bawah kepemimpinannya, berbagai upacara adat, kesenian klasik, dan kegiatan spiritual kembali digelar secara rutin. Komitmen tersebut menjadi bukti nyata bahwa PB XIII tetap setia menjaga warisan leluhur di tengah arus modernisasi.

Salah satu momen bersejarah terjadi pada Juli 2009 ketika digelar upacara jumenengan sebagai penanda resmi masa kepemimpinannya. Dalam acara tersebut, tarian sakral Bedhaya Ketawang kembali dipentaskan. Menariknya, Tedjowulan turut hadir dalam prosesi itu, memberi sinyal awal menuju perdamaian.

Langkah rekonsiliasi akhirnya terwujud pada 2012 melalui mediasi antara pemerintah pusat, Pemerintah Kota Solo, dan keluarga besar keraton. Kesepakatan dicapai bahwa PB XIII adalah raja sah Kasunanan Surakarta, sementara Tedjowulan diberi gelar Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Panembahan Agung serta dipercaya sebagai Mahapatih. Momen tersebut menjadi babak baru bagi keraton untuk bangkit dari perpecahan.

Selama dua dekade masa kepemimpinannya, PB XIII dikenal sebagai sosok yang sederhana, bijaksana, dan memiliki jiwa ngayomi—melindungi serta menyatukan semua pihak. Ia tidak hanya menjaga nilai-nilai budaya Jawa, tetapi juga berupaya membangun kembali kepercayaan publik terhadap lembaga keraton.

Wafatnya Sri Susuhunan Pakubuwono XIII pada 2 November 2025 menandai berakhirnya era seorang pemimpin yang berhasil mengubah luka sejarah menjadi jembatan persatuan. Di mata masyarakat Solo, ia bukan sekadar raja, melainkan simbol keteguhan dan kelembutan yang mampu menjaga keharmonisan di tengah dinamika zaman.

Warisan yang ditinggalkan PB XIII bukan hanya bangunan megah dan tradisi yang lestari, tetapi juga semangat persaudaraan yang menjadi fondasi kuat bagi keberlangsungan budaya Jawa. Sosoknya akan selalu dikenang sebagai raja yang memulihkan martabat Kasunanan Surakarta dan menanamkan nilai bahwa kekuasaan sejati lahir dari kemampuan untuk merangkul, bukan memisahkan.

Tags: budaya JawaKeraton SurakartaPakubuwono XIIIRaja Solowafat
christine natalia

christine natalia

Related Posts

Peresmian Kantor Baru Kompolnas di Jakarta, Dorong Penguatan Kinerja Pengawasan Polri
NASIONAL

Peresmian Kantor Baru Kompolnas di Jakarta, Dorong Penguatan Kinerja Pengawasan Polri

5 Mei 2026
Pemadaman Listrik Jakarta Ganggu Aktivitas Warga dan Operasional MRT
NASIONAL

Pemadaman Listrik Jakarta Ganggu Aktivitas Warga dan Operasional MRT

10 April 2026
Triple Planetary Crisis Ancam Indonesia, Sungai dan Iklim Jadi Sorotan
NASIONAL

Triple Planetary Crisis Ancam Indonesia, Sungai dan Iklim Jadi Sorotan

19 Februari 2026
Next Post
BPOM RI Ungkap 15 Produk Herbal Ilegal Mengandung Bahan Kimia Berbahaya

BPOM RI Ungkap 15 Produk Herbal Ilegal Mengandung Bahan Kimia Berbahaya

RSIJ Cempaka Putih Rawat 13 Korban Ledakan SMA 72, Dua Masih di Ruang Intensif

RSIJ Cempaka Putih Rawat 13 Korban Ledakan SMA 72, Dua Masih di Ruang Intensif

Survei Kompas Ungkap Layanan Polri Makin Dihargai Publik, Skor Kepuasan Tembus 65 Persen

Kepercayaan Publik Pulih, Survei Kompas Tunjukkan Polri Kembali Dapat Dukungan Masyarakat

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Login
Notify of
guest

guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Recommended

Polri Jelaskan Kronologi Penanganan Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur yang Dihentikan Penyidik

Polri Jelaskan Kronologi Penanganan Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur yang Dihentikan Penyidik

5 tahun ago
Efikasi Terbaru Vaksin AstraZeneca dan Implikasinya

Efikasi Terbaru Vaksin AstraZeneca dan Implikasinya

5 tahun ago
Beri Ruang Kebebasan Berekspresi, Polri Sambut Baik Acara ‘Safari Bhayangkara Mural

Beri Ruang Kebebasan Berekspresi, Polri Sambut Baik Acara ‘Safari Bhayangkara Mural

4 tahun ago
Sebelum Keluarkan Izin Reuni 212, Polri Harus Dapat Rekomendasi Banyak Pihak

Sebelum Keluarkan Izin Reuni 212, Polri Harus Dapat Rekomendasi Banyak Pihak

5 tahun ago

Topics

APIC Artifintel Soundworks Arus Mudik 2026 Arus Mudik Lebaran ASN Bansos Berita BGN BPJS BPJS Kesehatan budaya tertib covid-19 Ditjen Hubdat DIVHUMAS Indonesia jokowi Joko Widodo Kakorlantas Polri kemenkes kesehatan keselamatan jalan Keselamatan lalu lintas Korlantas korlantas polri Lalu Lintas Makan Bergizi Gratis MBG Nasional News Operasi Ketupat Operasi Ketupat 2026 Operasi Patuh 2026 Para Ahli pelayanan humanis Pemilu 2024 polantas humanis Polantas Menyapa polri PPKM Prabowo prabowo subianto Rekayasa Lalu Lintas Rumah Sakit Silancar vaksin corona
No Result
View All Result

Highlights

Baksos Bersama Ojol Jakarta Menjadi Bagian Semangat Hari Bhayangkara ke 80

Transportasi Sehat Perkuat Keselamatan dan Efisiensi Logistik Nasional

Jalan Rusak Akibat Overload Jadi Beban Anggaran dan Ekonomi Nasional

Pendekatan Humanis Jadi Kunci Operasi Patuh 2026 Tekan Angka Kecelakaan

Keselamatan Lalu Lintas Dibangun oleh Pengguna Jalan yang Disiplin

Keluarga Menunggu di Rumah, Alasan Penting untuk Tertib Berlalu Lintas

Trending

Deteksi Dini Fase Kritis Dengue Jadi Kunci Menekan Angka Kematian di Indonesia
Kesehatan

Menuju Nol Kematian Dengue 2030, Edukasi Masyarakat Terus Diperkuat

by christine natalia
18 Juni 2026
0

Upaya menekan angka kematian akibat dengue di Indonesia kini semakin berfokus pada peningkatan kesadaran masyarakat terhadap fase...

Polda Riau Silaturahmi dengan Ojol Perkuat Budaya Tertib Berlalu Lintas

Polda Riau Silaturahmi dengan Ojol Dukung Kesadaran Berlalu Lintas di Pekanbaru

11 Juni 2026

Asosiasi Ojol Nusantara dan Semangat Kolaborasi untuk Indonesia

11 Juni 2026
Baksos Bersama Ojol Jakarta Jadi Momentum Perkuat Kolaborasi Sosial dan Keamanan Masyarakat

Baksos Bersama Ojol Jakarta Menjadi Bagian Semangat Hari Bhayangkara ke 80

11 Juni 2026
Transportasi Sehat Jadi Kunci Mewujudkan Sistem Logistik Aman dan Bebas Over Dimension Over Load

Transportasi Sehat Perkuat Keselamatan dan Efisiensi Logistik Nasional

10 Juni 2026
© Copyright Medialontar Team All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Kamtibmas

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
wpDiscuz