MediaBerita
  • Login
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Kamtibmas
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Kamtibmas
No Result
View All Result
MediaBerita
No Result
View All Result
Home Tak Berkategori

Fenomena Golden Blood: Golongan Darah Paling Langka dan Upaya Ilmuwan Mengembangkannya di Laboratorium

christine natalia by christine natalia
24 November 2025
in Tak Berkategori
0
Fenomena Golden Blood, Golongan Darah Paling Langka dan Upaya Ilmuwan Mengembangkannya di Laboratorium

Fenomena Golden Blood, Golongan Darah Paling Langka dan Upaya Ilmuwan Mengembangkannya di Laboratorium

0
SHARES
6
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Medialontar.com – Di dunia transfusi darah, istilah golden blood atau darah emas menjadi topik yang semakin mendapat perhatian karena kelangkaannya. Golden blood merujuk pada golongan darah Rh-null, tipe yang jumlah pemiliknya diperkirakan tidak lebih dari 50 orang di seluruh dunia. Dengan keberadaan yang sangat terbatas, tipe ini menjadi fenomena medis langka sekaligus penting, terutama bagi penelitian dan kebutuhan transfusi pasien dengan kondisi khusus.

Golden blood muncul akibat mutasi genetik yang menyebabkan tidak adanya seluruh antigen Rh pada permukaan sel darah merah. Dalam sistem imun, antigen berfungsi sebagai penanda yang menentukan kecocokan darah. Ketika seluruh antigen tersebut absen, sel darah merah Rh-null memiliki karakteristik unik yang membedakannya dari tipe lain.

Para ahli menegaskan bahwa istilah golden blood tidak menggambarkan kualitas atau keunggulan medis tertentu, tetapi lebih pada tingkat kelangkaannya. Meskipun demikian, tipe ini memiliki nilai strategis dalam dunia medis karena kompatibilitasnya yang luas sebagai donor dalam sistem Rh.

Risiko dan Tantangan bagi Pemilik Golden Blood

Sebagai donor, pemilik golden blood dapat memberikan darah kepada hampir seluruh golongan darah dalam sistem Rh tanpa memicu reaksi imun. Namun situasinya berbeda ketika mereka membutuhkan transfusi. Pasien dengan Rh-null hanya dapat menerima darah dari donor dengan tipe yang sama. Kondisi ini membuat transfusi bagi mereka menjadi sangat riskan, terutama saat pasokan darah Rh-null tidak tersedia.

Sebagai perbandingan, golongan darah O Negatif memang dikenal luas sebagai donor universal, tetapi tetap tidak kompatibel bagi pemilik golden blood. O Negatif masih memiliki beberapa antigen Rh lain yang berpotensi memicu reaksi imun serius. Jika pemilik Rh-null menerima darah yang tidak sepenuhnya cocok, tubuh dapat membentuk antibodi kuat yang menyerang sel darah donor. Dampaknya, transfusi berikutnya dapat menjadi lebih berbahaya dan menyulitkan penanganan darurat.

Kelangkaan pendonor golden blood ini menjadi perhatian medis internasional, karena pasien Rh-null membutuhkan persiapan transfusi yang sangat terencana dan terkoordinasi.

Upaya Ilmuwan Menghasilkan Golden Blood di Laboratorium

Dengan keterbatasan pendonor dan kesulitan memperoleh stok golden blood, para peneliti berusaha menemukan cara memproduksi golongan darah ini secara mandiri melalui laboratorium. Salah satu pendekatan yang tengah dikembangkan adalah menumbuhkan sel darah merah Rh-null dari sel punca yang diprogram ulang. Teknik ini dinilai sebagai peluang besar untuk menyediakan pasokan darah langka secara lebih stabil.

Penelitian juga tengah mengeksplorasi teknologi pengeditan gen untuk menghilangkan antigen Rh dari darah biasa. Pendekatan ini memberi harapan baru bagi pengembangan terapi berbasis genetika dan pemahaman lebih luas mengenai struktur golongan darah.

Beberapa tahun lalu, ilmuwan berhasil memanfaatkan teknologi CRISPR-Cas9 untuk menciptakan sel darah Rh-null buatan. Meskipun hasil ini merupakan kemajuan signifikan, penggunaannya pada manusia masih membutuhkan pengujian yang ketat dan harus mematuhi standar regulasi internasional.

Selain itu, proyek penelitian bernama RESTORE kini menguji efektivitas sel darah merah hasil kultur laboratorium ketika ditransfusikan ke tubuh manusia. Sel tersebut dikembangkan dari sel punca donor, bukan diambil langsung dari tubuh manusia. Uji coba ini diharapkan memberikan data lebih konkret mengenai kemampuan sel darah buatan untuk digunakan dalam prosedur medis nyata.

Harapan Baru bagi Dunia Transfusi Darah

Jika penelitian-penelitian tersebut membuahkan hasil, darah buatan dari laboratorium berpotensi menjadi cadangan transfusi yang sangat berharga, terutama bagi pemilik golden blood atau golongan darah ultra langka lainnya. Meskipun sistem donor tradisional masih dianggap paling efisien dan ekonomis, kemampuan menumbuhkan darah di laboratorium dapat menjadi solusi jangka panjang.

Teknologi ini membuka peluang besar dalam pengembangan terapi medis berbasis genetika serta meningkatkan keamanan pasien yang membutuhkan transfusi darah khusus. Dengan terciptanya pasokan darah yang lebih stabil, prosedur medis bagi pemilik golongan darah langka bisa menjadi lebih aman dan terjamin.

Keberadaan golden blood mungkin sangat terbatas, tetapi dampaknya bagi dunia medis bisa sangat luas. Upaya ilmiah untuk memproduksinya di laboratorium dapat menjadi titik balik penting dalam penyediaan darah langka dan masa depan transfusi darah global.

Tags: donor darahgolden bloodgolongan darah langkaRh-nulltransfusi darah
christine natalia

christine natalia

Related Posts

Antrean kendaraan di Gilimanuk berhasil ditekan dengan penambahan armada kapal dan pengaturan lalu lintas.
Tak Berkategori

Ditjen Hubdat Dorong Efisiensi Port Time, Arus Penyeberangan Stabil

18 Maret 2026
Perluasan Program Vaksinasi HPV Cegah Kanker Serviks untuk Usia 21-26 Tahun! Sumber CNN.
Tak Berkategori

Perluasan Program Vaksinasi HPV Gratis Hingga Usia 26 Tahun, Ayo Cegah Kanker Serviks!

29 April 2024
Dr. Hendra Sandhi selaku peneliti APIC
Tak Berkategori

Peneliti APIC Paparkan Digital Public Infrastructure (DPI)

25 April 2024
Next Post
Hari Kesepuluh Operasi Zebra 2025 Tunjukkan Penguatan Terbesar pada Edukasi, Pencegahan, dan Penegakan Hukum

Hari Kesepuluh Operasi Zebra: ETLE Dominasi Penindakan Pelanggaran Lalu Lintas

Kakorlantas Irjen Agus Suryonugroho Raih Penghargaan pada Sutami Awards 2025

Kolaborasi Korlantas dan Kementerian PU Diakui dalam Sutami Awards 2025

Kakorlantas Instruksikan Polantas Jadi Pathfinder untuk Distribusi Logistik di Wilayah Bencana

Korlantas Tegaskan Peran Polantas dalam Mendukung Evakuasi Korban Bencana

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Login
Notify of
guest

guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Recommended

Polantas Menyapa dan Melayani 2026, Legacy Kepemimpinan Humanis dalam Reformasi Lalu Lintas

Menyapa untuk Melayani, Arah Baru Kepemimpinan Humanis Polantas

2 bulan ago
Bareskrim Tetapkan 6 Orang Tersangka Kasus Penipuan Investasi EDCCash

Bareskrim Tetapkan 6 Orang Tersangka Kasus Penipuan Investasi EDCCash

5 tahun ago
Dua Korban Baru Melapor, Kasus Dugaan Kekerasan Seksual oleh Dokter Residen Priguna Anugerah Terus Berkembang

Dua Korban Baru Melapor, Kasus Kekerasan Seksual oleh Dokter Residen Priguna Anugerah Terus Berkembang

1 tahun ago
pembekuan izin penyelenggaraan angkutan orang PT Cahaya Wisata Transportasi

Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Bekukan Izin PT Cahaya Wisata Transportasi Selama 12 Bulan

3 bulan ago

Topics

amerika serikat APIC Artifintel Soundworks Arus Mudik 2026 Arus Mudik Lebaran ASN astrazeneca Bansos Berita BGN BPJS BPJS Kesehatan covid-19 Ditjen Hubdat DIVHUMAS Indonesia jokowi Joko Widodo Kakorlantas Polri kemenkes kesehatan Keselamatan lalu lintas Korlantas korlantas polri Lalu Lintas Makan Bergizi Gratis MBG Nasional News Operasi Ketupat Operasi Ketupat 2026 Para Ahli Pemilu 2024 Polantas Menyapa polri PPKM Prabowo prabowo subianto Rekayasa Lalu Lintas Rumah Sakit Sendrasena Silancar sri mulyani vaksinasi vaksin corona
No Result
View All Result

Highlights

Pelajaran dari Pengabdian: Makna di Balik Gugurnya Petugas di Jalan Tugas

Polantas Bertransformasi, Dari Pengatur Jalan Jadi Penjaga Keselamatan

Angka Kecelakaan Turun, Komisi V DPR Apresiasi Kinerja Mudik 2026

Bripka Fajar Permana Gugur dalam Tugas, Kakorlantas Beri Penghormatan Tertinggi

Pemadaman Listrik Jakarta Ganggu Aktivitas Warga dan Operasional MRT

Kemenkes Tegaskan Kematian Dokter Internsip 2026 Bukan Akibat Overwork

Trending

Kemala Run 2026, Kakorlantas Pastikan Rute Aman dan Sinergi di Bali
Jaga Negeri

Kemala Run 2026 di Bali, Kakorlantas Pastikan Rute Aman dan Tertib

by christine natalia
17 April 2026
0

Bali — Persiapan pelaksanaan Kemala Run 2026 terus dimatangkan oleh Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri melalui serangkaian...

Polantas Menyapa di Besakih, Kakorlantas Perkuat Sinergi dengan Bengkel Mobil Bali

Polantas Menyapa di Besakih, Kakorlantas Perkuat Sinergi dengan Bengkel Mobil Bali

17 April 2026
Menjaga Jalan, Menjaga Kehidupan, Dedikasi Polantas dalam Operasi Ketupat 2026

Menjaga Jalan, Menjaga Kehidupan: Dedikasi Polantas di Balik Mudik 2026

17 April 2026
Pelajaran dari Pengabdian, Makna di Balik Gugurnya Petugas di Jalan Tugas

Pelajaran dari Pengabdian: Makna di Balik Gugurnya Petugas di Jalan Tugas

17 April 2026
Dari Data ke Kehidupan, Transformasi Polantas Wujudkan Mudik Lebih Aman dan Humanis

Polantas Bertransformasi, Dari Pengatur Jalan Jadi Penjaga Keselamatan

14 April 2026
© Copyright Medialontar Team All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Kamtibmas

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
wpDiscuz