Medialontar.com – Pemerintah Provinsi Papua Tengah memperingati Hari AIDS Sedunia melalui rangkaian doa dan hening cipta yang digelar di Aula RRI Nabire pada Senin (8/12/2025). Kegiatan ini berlangsung khidmat dan dihadiri berbagai elemen pemerintah serta perwakilan masyarakat sebagai wujud kepedulian terhadap penyebaran HIV/AIDS yang masih menjadi tantangan serius di wilayah tersebut.
Dalam acara tersebut, Staf Ahli Gubernur Papua Tengah, Ukkas, menegaskan bahwa peringatan Hari AIDS Sedunia tidak bisa dipandang sebagai agenda seremonial rutin. Ia menyampaikan bahwa momentum tahunan ini seharusnya dipakai untuk memperkuat komitmen kolektif dalam menekan penyebaran HIV/AIDS, terutama karena Papua Tengah masih menghadapi beban kasus yang tinggi.
Ia menyebutkan bahwa sejumlah masalah mendasar masih muncul dalam upaya penanggulangan HIV/AIDS, mulai dari keterbatasan edukasi kesehatan, tantangan sosial, hingga konsistensi layanan kesehatan di daerah-daerah terpencil. Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi dasar evaluasi bagi seluruh pemangku kebijakan untuk memperbaiki strategi penanganan.
Berdasarkan data terbaru, jumlah kasus HIV/AIDS di delapan kabupaten di Papua Tengah telah mencapai 23.535 kasus. Kabupaten Nabire tercatat sebagai wilayah dengan kasus tertinggi, yakni 10.822 kasus. Angka ini menempatkan Nabire sebagai pusat perhatian pemerintah dalam memperkuat layanan pencegahan, pemeriksaan, dan pengobatan berbasis masyarakat.
Melihat situasi tersebut, pemerintah menilai pentingnya membangun kolaborasi yang semakin solid. Ukkas menegaskan bahwa upaya penanggulangan HIV/AIDS tidak cukup dilakukan oleh pemerintah saja, tetapi memerlukan keterlibatan semua pihak, mulai dari lembaga kesehatan, organisasi masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, hingga sektor swasta.
“Oleh karena itu perlu ada sinergi dan kolaborasi. Kita berupaya menyelamatkan generasi masa depan menuju generasi emas 2045,” ujarnya dalam sambutannya.
Ia menambahkan bahwa HIV bukan semata persoalan medis, tetapi juga menyangkut aspek kemanusiaan. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membangun pendekatan yang lebih berempati, bebas stigma, dan tidak diskriminatif. Pemerintah, lanjutnya, ingin memastikan bahwa layanan kesehatan, termasuk tes dan pengobatan HIV, dapat diakses dengan aman dan tanpa rasa takut.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Papua Tengah memberikan apresiasi kepada KPA Papua Tengah, tenaga kesehatan, badan kewaspadaan masyarakat, organisasi masyarakat sipil, tokoh agama, dunia usaha, serta berbagai pihak lain yang terus bekerja tanpa henti mendampingi masyarakat dalam menghadapi HIV/AIDS. Mereka dinilai menjadi garda terdepan dalam memperkuat edukasi, layanan medis, dan pendampingan psikososial.
Ukkas juga menyoroti pentingnya edukasi komprehensif kepada generasi muda agar mereka mampu memahami risiko penularan serta cara pencegahan HIV secara benar. Pemerintah berkomitmen memperluas kerja sama dengan sekolah, komunitas pemuda, lembaga keagamaan, serta pemerintah kabupaten dalam memperkuat literasi kesehatan dan membangun kesadaran kolektif.
Pemerintah menegaskan bahwa pencegahan adalah langkah utama yang harus diperkuat. Selain meningkatkan edukasi, pemerintah juga berupaya memperluas layanan tes HIV, memastikan pengobatan antiretroviral tersedia secara memadai, dan memfasilitasi penjangkauan terhadap kelompok-kelompok rentan.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk ikut aktif menjaga diri, keluarga, dan lingkungan,” tambahnya, menekankan pentingnya keterlibatan seluruh lapisan masyarakat dalam memutus mata rantai penularan.
Melalui peringatan Hari AIDS Sedunia, pemerintah berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga pengingat bahwa setiap nyawa memiliki nilai yang harus diperjuangkan. Pemerintah pun mendorong masyarakat untuk terus memberikan dukungan kepada orang dengan HIV/AIDS, serta bersama-sama menciptakan lingkungan yang inklusif dan peduli.
Acara doa dan hening cipta ini menjadi simbol solidaritas bagi seluruh korban yang terdampak HIV/AIDS. Selain itu, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menegaskan kembali komitmen kuat pemerintah Papua Tengah dalam membangun masa depan yang lebih sehat bagi masyarakatnya.














