MediaBerita
  • Login
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Kamtibmas
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Kamtibmas
No Result
View All Result
MediaBerita
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Triple Planetary Crisis Ancam Indonesia, Sungai dan Iklim Jadi Sorotan

christine natalia by christine natalia
19 Februari 2026
in NASIONAL
0
Triple Planetary Crisis Ancam Indonesia, Sungai dan Iklim Jadi Sorotan

Triple Planetary Crisis Ancam Indonesia, Sungai dan Iklim Jadi Sorotan

0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Medialontar.com – Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menegaskan Indonesia tengah menghadapi triple planetary crisis atau tiga krisis besar yang saling berkaitan, yakni krisis iklim, krisis pencemaran, dan krisis sampah. Pernyataan itu ia sampaikan saat mengikuti aksi bersih sungai dan penanaman pohon di aliran Sungai Cikeas, Sentul, Kecamatan Babakanmadang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (15/2).

Dalam kegiatan tersebut, Hanif menilai tantangan lingkungan yang dihadapi Indonesia tidak lagi bersifat wacana global. Ia menyebut krisis tersebut telah menjadi persoalan nyata yang dirasakan masyarakat sehari-hari.

“Kita benar-benar berada di dalam pusaran triple planetary crisis. Ini bukan lagi isu dunia, ini sudah menjadi tantangan nyata yang kita hadapi dari hari ke hari,” ujar Hanif di hadapan peserta aksi lingkungan.

Ia merujuk data United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) yang mencatat tahun 2024 sebagai periode dengan suhu global terpanas sepanjang sejarah pencatatan modern. Kenaikan suhu rata-rata bumi telah mencapai 1,4 derajat Celsius dibandingkan masa pra-industri.

Menurut Hanif, peningkatan suhu tersebut membawa konsekuensi serius bagi negara tropis seperti Indonesia. Perubahan pola cuaca kini semakin sulit diprediksi. Intensitas hujan ekstrem meningkat. Bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan longsor, muncul lebih sering. Selain itu, kenaikan muka air laut menjadi ancaman nyata bagi wilayah pesisir.

“Kenaikan suhu 1,4 derajat ini sangat berdampak bagi negara tropis seperti Indonesia. Curah hujan ekstrem, hidrometeorologi, banjir, dan kenaikan muka air laut sudah menjadi pola baru, bukan lagi anomali,” katanya.

Di sisi lain, ia juga menyoroti kondisi sungai di berbagai daerah yang belum sepenuhnya terbebas dari pencemaran. Berdasarkan pengamatannya selama bertugas, hampir tidak ada sungai yang benar-benar bersih dari sampah plastik maupun limbah domestik lainnya.

“Sepanjang saya bertugas, hampir tidak ada satu pun sungai kita yang benar-benar bersih dari sampah, baik plastik maupun limbah lainnya. Ini menjadi pekerjaan besar kita bersama,” ujarnya.

Hanif menekankan bahwa persoalan sampah laut berawal dari daratan. Sampah rumah tangga yang tidak terkelola dengan baik kerap berakhir di sungai. Aliran sungai kemudian membawa limbah tersebut hingga ke laut. Kondisi ini tidak hanya merusak ekosistem perairan, tetapi juga memperparah krisis iklim melalui gangguan terhadap keseimbangan lingkungan.

“Sampah laut dimulai dari sampah sungai. Dari daratan yang jatuh ke sungai lalu ke laut dan memperparah krisis iklim. Karena itu kita harus bergerak dari hulu,” tegasnya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah memperkuat kolaborasi lintas sektor. Salah satunya melalui penguatan National Plastic Action Plan. Pemerintah juga membangun sinergi dengan berbagai mitra internasional guna mempercepat pengurangan sampah plastik dan meningkatkan sistem pengelolaan limbah.

Hanif menilai pendekatan teknis saja tidak cukup. Ia mendorong keterlibatan masyarakat secara aktif. Aksi bersih sungai dan penanaman pohon dinilai sebagai langkah konkret yang dapat menumbuhkan kesadaran kolektif sekaligus memperbaiki kualitas lingkungan secara bertahap.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Ekonomi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Hazuarli Halim menegaskan krisis lingkungan juga berkaitan erat dengan tanggung jawab moral dan keagamaan. Ia menyampaikan bahwa kerusakan alam tidak bisa dilepaskan dari perilaku manusia.

“Telah nyata kerusakan di darat dan di laut akibat perbuatan tangan manusia. Karena itu kita wajib menjaga keseimbangan lingkungan yang telah Allah ciptakan,” kata Hazuarli.

Ia menjelaskan bahwa MUI telah mengeluarkan fatwa yang menyatakan membuang sampah sembarangan, terutama ke sungai, danau, dan laut, sebagai perbuatan haram. Menurutnya, tindakan tersebut membawa dampak buruk bagi kesehatan, keselamatan, dan keberlanjutan kehidupan.

“Menjaga lingkungan itu kewajiban dan berpahala, sementara mencemarkan lingkungan adalah haram dan berdosa. Ini harus menjadi kesadaran kolektif,” ujarnya.

Hazuarli menambahkan, pendekatan keagamaan diharapkan mampu memperkuat gerakan nasional pengelolaan sampah. Ia mendorong peningkatan literasi lingkungan melalui masjid, majelis taklim, serta kegiatan dakwah. Dengan demikian, perubahan perilaku masyarakat dapat berlangsung secara konsisten dan berkelanjutan.

Kolaborasi antara pemerintah dan tokoh agama dinilai menjadi strategi penting dalam membangun budaya peduli lingkungan. Upaya struktural seperti regulasi dan pengawasan perlu diimbangi dengan pendekatan kultural yang menyentuh nilai dan keyakinan masyarakat.

Aksi bersih Sungai Cikeas dan penanaman pohon di kawasan Sentul menjadi simbol komitmen bersama dalam menghadapi krisis iklim, pencemaran, dan sampah. Meski demikian, tantangan yang dihadapi tidak ringan. Perubahan iklim terus menunjukkan dampaknya. Timbulan sampah masih tinggi. Sementara kualitas air sungai di berbagai daerah membutuhkan pemulihan serius.

Pemerintah menilai momentum ini harus dijaga. Penanganan triple planetary crisis membutuhkan konsistensi kebijakan, partisipasi publik, serta dukungan lintas sektor. Tanpa kerja kolektif, ancaman terhadap ekosistem dan kualitas hidup masyarakat akan semakin besar.

Dengan kondisi tersebut, isu lingkungan dipastikan tetap menjadi agenda prioritas nasional. Tantangan global kini telah bertransformasi menjadi realitas lokal yang menuntut respons cepat dan terukur dari seluruh elemen bangsa.

Tags: krisis iklimkrisis sampahMenteri Lingkungan Hiduppencemaran sungaitriple planetary crisis
christine natalia

christine natalia

Related Posts

Prabowo Subianto Paparkan Prabowonomics di World Economic Forum Davos 2026
NASIONAL

Prabowo Subianto Paparkan Prabowonomics di World Economic Forum Davos 2026

22 Januari 2026
Diskon Iuran JKK JKM 50 Persen untuk Pekerja Transportasi BPU
NASIONAL

Diskon Iuran JKK JKM 50 Persen untuk Pekerja Transportasi BPU

14 Januari 2026
Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro Picu Polemik Global dan Ketegangan Internasional
NASIONAL

Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro Picu Polemik Global dan Ketegangan Internasional

5 Januari 2026
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Login
Notify of
guest

guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Recommended

Terancam! Flu Singapura Meningkat, Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Serukan Kewaspadaan! Sumber Hermina.

Flu Singapura Meningkat, Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Serukan Kewaspadaan!

2 tahun ago
Kapolres Dumai AKBP Mohammad Kholid, S.I.K bersama Walikota Dumai H. Paisal, SKM, MARS pimpin pelaksanaan Bakti Sosial Dumai

Kapolres Dumai AKBP Mohammad Kholid, S.I.K bersama Walikota Dumai H. Paisal, SKM, MARS pimpin pelaksanaan Bakti Sosial Dumai

4 tahun ago
Tinjau Bakti Negeri Akabri 2001, Kapolri Tekankan Vaksinasi Hingga Waspadai Pintu Masuk Negara

Tinjau Bakti Negeri Akabri 2001, Kapolri Tekankan Vaksinasi Hingga Waspadai Pintu Masuk Negara

4 tahun ago
Tinjau 3 Venue PON Papua, Kapolri Pastikan Prokes dan Pengamanan

Tinjau 3 Venue PON Papua, Kapolri Pastikan Prokes dan Pengamanan

4 tahun ago

Topics

amerika serikat APIC Arus Mudik Lebaran ASN astrazeneca Bansos Berita BGN BPJS BPJS Kesehatan covid-19 DIVHUMAS Gas Air Mata Indonesia jokowi Joko Widodo Kakorlantas Polri Kapolri kemenkes kesehatan Keselamatan lalu lintas Korlantas korlantas polri Lalu Lintas Makan Bergizi Gratis MBG Nasional News Para Ahli Pemilu 2024 Penyakit Polda Sulsel polri PPDS PPKM Prabowo prabowo subianto PT Qudo Buana Nawakara Rekayasa Lalu Lintas Rumah Sakit Silancar sri mulyani vaksinasi vaksin corona Vaksin TBC
No Result
View All Result

Highlights

Menyapa untuk Melayani, Arah Baru Kepemimpinan Humanis Polantas

Kesiapan Arus Mudik Jadi Fokus Peninjauan Kakorlantas di Rest Area KM 66

Kunjungan Kakorlantas ke Kota Batu, Ojol Dorong Edukasi Keselamatan Berkendara

Antisipasi Kepadatan Mudik 2026, Korlantas Tinjau Infrastruktur Pantura

Titik Lokasi Syuting Film Lisa BLACKPINK di Jabodetabek

Pengawasan Bandara Soekarno-Hatta Diperketat Antisipasi Virus Nipah

Trending

Triple Planetary Crisis Ancam Indonesia, Sungai dan Iklim Jadi Sorotan
NASIONAL

Triple Planetary Crisis Ancam Indonesia, Sungai dan Iklim Jadi Sorotan

by christine natalia
19 Februari 2026
0

Medialontar.com - Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menegaskan Indonesia tengah menghadapi triple planetary crisis atau tiga krisis...

Pengaturan Lalu Lintas Arus Mudik 2026 Resmi Ditetapkan, One Way hingga Ganjil Genap Berlaku

Rekayasa Lalu Lintas Mudik 2026 Berlaku di Sejumlah Ruas Tol Utama

12 Februari 2026
Kemenhub Tetapkan Aturan Angkutan Lebaran 2026 untuk Jaga Kelancaran Mudik

Kemenhub Koordinasi dengan Polri dan PU Atur Angkutan Lebaran 2026

12 Februari 2026
Polantas Menyapa dan Melayani 2026, Legacy Kepemimpinan Humanis dalam Reformasi Lalu Lintas

Menyapa untuk Melayani, Arah Baru Kepemimpinan Humanis Polantas

6 Februari 2026
Kakorlantas Polri Tinjau Rest Area KM 66 Pandaan Jelang Mudik Lebaran 2026

Kesiapan Arus Mudik Jadi Fokus Peninjauan Kakorlantas di Rest Area KM 66

6 Februari 2026
© Copyright Medialontar Team All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Kamtibmas

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
wpDiscuz