MediaLontar.com – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim merespons kabar mengenai program makan bergizi gratis yang diduga akan menggunakan anggaran pendidikan. Program makan bergizi gratis ini merupakan salah satu janji kampanye Presiden terpilih Prabowo Subianto selama masa Pilpres 2024.
Saat ditemui usai rapat kerja dengan Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, 13 Juni 2024, Nadiem hanya memberikan jawaban singkat terkait isu tersebut. “Nanti saya cek,” ujarnya. Nadiem mengisyaratkan bahwa ia akan memastikan kebenaran kabar tersebut sebelum memberikan komentar lebih lanjut.
Dalam rapat kerja tersebut, Nadiem mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp 25 triliun untuk Kemendikbudristek pada tahun 2025. Usulan ini membuat pagu indikatif anggaran Kemendikbudristek tahun 2025 naik dari Rp 83,18 triliun menjadi Rp 108,18 triliun. Usulan ini diterima oleh Komisi X DPR RI secara resmi.
Tambahan anggaran ini diharapkan dapat digunakan oleh pengganti Nadiem, mengingat masa jabatan Nadiem akan berakhir pada 20 Oktober 2024, bertepatan dengan pelantikan Presiden terpilih Prabowo Subianto yang menggantikan Presiden Joko Widodo.
Presiden terpilih Prabowo Subianto menegaskan bahwa program makan gratis akan menjadi salah satu kebijakan prioritasnya saat menjabat nanti. Prabowo, yang kini menjabat sebagai Menteri Pertahanan, mengungkapkan komitmennya terhadap peningkatan kualitas hidup rakyat Indonesia.
Dalam sebuah artikel yang dimuat di Majalah Newsweek pada Rabu, 12 Juni 2024, Prabowo menyatakan bahwa sumber daya manusia Indonesia adalah aset paling berharga bagi negara. Ia berjanji akan membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk bekerja dan berkembang melalui pendidikan.
“Saya mempunyai beberapa kebijakan yang ambisius, terutama jika menyangkut anak-anak; misalnya memberikan makanan gratis kepada siswa di sekolah-sekolah di seluruh negeri,” ujar Prabowo dalam artikel tersebut. Ia menambahkan bahwa melalui kebijakan tersebut, pemerintah akan meningkatkan kehadiran dan kinerja siswa di sekolah serta menunjukkan dukungan dan solidaritas terhadap anak-anak yang membutuhkan.
Meskipun program makan bergizi gratis ini memiliki tujuan mulia, tantangan terkait sumber pendanaan tetap menjadi sorotan. Beberapa pihak khawatir bahwa pengalihan dana pendidikan untuk program ini bisa mengganggu alokasi anggaran untuk kebutuhan pendidikan lainnya. Oleh karena itu, pemeriksaan menyeluruh dan transparansi dalam perencanaan anggaran sangat diperlukan.
Anggota DPR Komisi X juga menyoroti temuan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengenai alokasi anggaran untuk sekolah kedinasan. Temuan ini menambah dimensi lain dalam diskusi tentang pengelolaan anggaran pendidikan dan pentingnya memastikan dana tersebut digunakan secara efektif dan tepat sasaran.
Dengan adanya tambahan anggaran yang diusulkan, harapannya adalah dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Namun, kebijakan seperti program makan bergizi gratis juga perlu direncanakan dengan matang agar tidak mengorbankan kebutuhan pendidikan lainnya. Integrasi antara kebijakan peningkatan gizi siswa dengan pendidikan yang berkualitas diharapkan dapat menciptakan generasi penerus yang sehat dan berpendidikan tinggi.
Komitmen Prabowo terhadap peningkatan kualitas hidup rakyat melalui pendidikan dan kebijakan gizi menunjukkan keseriusannya dalam mengatasi masalah sosial dan ekonomi yang dihadapi masyarakat Indonesia. Dalam jangka panjang, kebijakan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan, tidak hanya bagi anak-anak tetapi juga bagi perkembangan bangsa secara keseluruhan.
Isu penggunaan anggaran pendidikan untuk program makan bergizi gratis menimbulkan berbagai pertanyaan dan kekhawatiran. Menteri Pendidikan Nadiem Makarim berjanji akan memeriksa kebenaran kabar tersebut. Sementara itu, tambahan anggaran yang diusulkan diharapkan dapat membantu memperbaiki sektor pendidikan di Indonesia. Dengan prioritas kebijakan yang diberikan oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto, diharapkan program ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas, terutama anak-anak yang membutuhkan.
Dengan pengelolaan anggaran yang transparan dan efektif, serta perencanaan yang matang, program makan bergizi gratis bisa menjadi langkah positif dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan di Indonesia. Namun, tetap diperlukan pengawasan dan evaluasi berkelanjutan untuk memastikan bahwa tujuan mulia dari program ini benar-benar tercapai tanpa mengorbankan aspek penting lainnya dalam sektor pendidikan.
Baca juga: Jalani Kemoterapi, Kate Middleton Minta Maaf Karena Absen dari Acara Militer!
Sumber: Tempo.














