Medialontar.com – Ratusan warga di Kabupaten Sukabumi diduga mengalami keracunan makanan setelah menghadiri acara syukuran empat bulanan di Kampung Tugu, Desa Tugubandung, Kecamatan Kabandungan. Berdasarkan data sementara, sebanyak 171 orang terdampak dalam kejadian tersebut, dengan 33 di antaranya harus menjalani perawatan intensif di Puskesmas Kabandungan.
Informasi mengenai kasus ini disampaikan pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi. Para korban mayoritas merupakan warga yang hadir dalam acara syukuran yang digelar pada Jumat malam, 22 Agustus 2025, sekitar pukul 20.00 WIB. Acara tersebut berlangsung di kediaman seorang warga berinisial DE. Usai kegiatan, makanan serta bingkisan dibagikan kepada tamu dan masyarakat sekitar.
Sejak Sabtu pagi, puluhan warga mulai mendatangi Puskesmas Kabandungan dengan keluhan mual, muntah, serta pusing. Jumlah pasien yang datang terus bertambah hingga mencapai lebih dari seratus orang. Pihak puskesmas kemudian mendirikan pos kesehatan darurat guna menampung para pasien yang membutuhkan penanganan medis.
Data terakhir yang dihimpun hingga Sabtu malam, 23 Agustus 2025, mencatat ada 171 warga terdampak. Dari jumlah tersebut, sebanyak 33 orang masih menjalani perawatan intensif lantaran kondisi kesehatan mereka dinilai lebih berat. Sementara korban lainnya hanya mengalami gejala ringan, sehingga sebagian sudah diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing setelah mendapatkan obat dan observasi.
Meski demikian, tim medis tetap bersiaga untuk mengantisipasi adanya tambahan korban yang mungkin muncul. Hingga kini, penanganan darurat masih berfokus pada upaya stabilisasi kondisi kesehatan para pasien serta memastikan ketersediaan obat-obatan dan tenaga medis.
Selain puskesmas, posko kesehatan lapangan juga disiapkan untuk mempercepat pelayanan. Upaya ini dilakukan mengingat jumlah korban yang cukup banyak dan fasilitas kesehatan setempat harus menampung pasien dalam waktu bersamaan. Tenaga medis bekerja secara bergantian agar seluruh pasien mendapatkan perawatan sesuai kebutuhan.
Peristiwa keracunan massal tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Petugas kesehatan bersama aparat terkait melakukan penelusuran terkait makanan yang disajikan pada acara syukuran. Sampel makanan juga dikabarkan tengah diperiksa untuk memastikan penyebab pasti dari kejadian ini.
Meskipun belum ada kepastian mengenai sumber keracunan, dugaan sementara mengarah pada makanan yang dibagikan setelah acara. Warga yang tidak hadir dalam kegiatan tersebut dilaporkan tidak mengalami gejala serupa.
Kejadian ini menimbulkan keprihatinan masyarakat sekitar. Selain menyoroti jumlah korban yang cukup besar, warga berharap agar pihak terkait dapat segera mengungkap penyebab keracunan. Hal ini penting untuk mencegah peristiwa serupa terulang di kemudian hari.
Sementara itu, aktivitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Kabandungan masih terfokus pada penanganan korban. Aparat desa dan relawan turut membantu dengan menyalurkan kebutuhan logistik serta mengatur arus kedatangan warga yang memerlukan pertolongan medis.
Kasus keracunan massal ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dalam mengelola makanan yang disajikan pada acara besar di masyarakat. Pemeriksaan lebih lanjut diharapkan dapat memberikan jawaban pasti mengenai pemicu kejadian tersebut, sehingga langkah pencegahan dapat segera diterapkan.















