MediaBerita
  • Login
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Kamtibmas
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Kamtibmas
No Result
View All Result
MediaBerita
No Result
View All Result
Home Kesehatan

KLB Campak di Sumenep Ungkap Krisis Kepercayaan terhadap Vaksin

christine natalia by christine natalia
28 Agustus 2025
in Kesehatan
0
KLB Campak di Sumenep Ungkap Krisis Kepercayaan terhadap Vaksin

KLB Campak di Sumenep Ungkap Krisis Kepercayaan terhadap Vaksin

0
SHARES
16
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Medialontar.com – Kabupaten Sumenep, Madura, baru saja menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) campak. Data menunjukkan lebih dari dua ribu kasus suspek tercatat, dengan 17 anak meninggal dunia. Situasi ini memunculkan pertanyaan serius: mengapa penyakit yang sebenarnya dapat dicegah dengan vaksinasi masih merenggut nyawa anak-anak?

Secara medis, campak dikenal sebagai salah satu penyakit paling menular di dunia. Virus ini memiliki angka reproduksi dasar 12 hingga 18, artinya satu anak yang sakit dapat menularkan ke belasan orang di sekitarnya. Gejala awal memang tampak ringan, seperti demam dan ruam. Namun, dampaknya jauh lebih berbahaya. Setelah masuk ke tubuh, virus tidak hanya menyerang kulit, tetapi juga melemahkan sistem imun dengan fenomena immune amnesia. Kondisi ini membuat anak kehilangan perlindungan terhadap penyakit lain, sehingga rentan mengalami komplikasi seperti pneumonia, diare berat, hingga infeksi telinga.

Dalam kasus yang lebih berat, campak dapat menyebabkan ensefalitis atau peradangan otak yang memicu kejang, koma, hingga kematian. Bertahun-tahun setelah sembuh, sebagian kecil anak juga berisiko mengalami penyakit otak progresif bernama SSPE (Subacute Sclerosing Panencephalitis), yang hampir selalu berakhir fatal. Risiko kematian meningkat pada anak-anak dengan kondisi gizi buruk. Tidak heran bila Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) masih mencatat lebih dari 100.000 kematian akibat campak setiap tahun, terutama di negara-negara dengan cakupan vaksinasi rendah.

Kasus di Sumenep menunjukkan persoalan bukan terletak pada ketersediaan vaksin, melainkan penerimaan masyarakat. Madura dikenal sebagai daerah dengan tradisi keagamaan yang sangat kuat. Pesantren dan kiai menjadi rujukan moral serta sosial, termasuk dalam hal kesehatan. Sejak polemik vaksin MR pada 2018, ketika isu halal-haram diperdebatkan, keraguan masyarakat terhadap imunisasi semakin menguat. Walaupun fatwa keagamaan memperbolehkan vaksinasi dengan alasan darurat, stigma yang sudah terbentuk sulit dihapus. Akibatnya, mayoritas anak yang meninggal di Sumenep ternyata belum pernah menerima imunisasi campak.

Fenomena ini bukan hanya terjadi di Indonesia. Sejumlah negara juga menghadapi penolakan vaksin dengan alasan serupa. Nigeria pernah mengalami wabah polio kembali setelah vaksinasi sempat diboikot karena isu agama. Pakistan dan Afghanistan pun masih berjuang menekan polio akibat penolakan berbasis politik maupun kepercayaan. Pola yang sama terlihat di Sumenep, ketika sains tidak cukup melindungi masyarakat tanpa adanya legitimasi sosial dan dukungan tokoh agama.

Pemerintah kini menghadapi dilema. Di satu sisi, langkah cepat berbasis data epidemiologi dibutuhkan untuk menekan penyebaran virus. Di sisi lain, kebijakan kesehatan publik berisiko ditolak bila tidak mendapat legitimasi dari otoritas keagamaan setempat. Kondisi ini menunjukkan pentingnya membangun jembatan antara keyakinan dan ilmu pengetahuan.

KLB campak di Sumenep menjadi momentum bagi pemerintah untuk memperkuat strategi imunisasi nasional. Upaya yang dapat ditempuh antara lain melibatkan tokoh agama sejak awal program, menyampaikan narasi keagamaan yang menekankan perlindungan jiwa sebagai kewajiban, mempercepat sertifikasi halal, serta meningkatkan komunikasi publik yang konsisten.

Peristiwa ini juga mengingatkan bahwa kesehatan publik tidak hanya ditentukan oleh tersedianya vaksin, tetapi juga oleh kepercayaan masyarakat. Anak-anak yang meninggal bukan hanya korban virus, melainkan juga korban dari lemahnya kepercayaan antara sains dan keyakinan. Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia memiliki tantangan sekaligus peluang untuk menunjukkan bahwa isu keraguan vaksin berbasis agama dapat dijawab dengan pendekatan yang menyeluruh.

Tags: campakimunisasiKLBSumenepvaksin
christine natalia

christine natalia

Related Posts

Pengawasan Bandara Soekarno-Hatta Diperketat Antisipasi Virus Nipah
Kesehatan

Pengawasan Bandara Soekarno-Hatta Diperketat Antisipasi Virus Nipah

28 Januari 2026
Waspada Leptospirosis di Musim Hujan dan Banjir
Kesehatan

Waspada Leptospirosis di Musim Hujan dan Banjir

27 Januari 2026
Daftar Penyakit yang Ditanggung BPJS Kesehatan dan Manfaatnya bagi Masyarakat
Kesehatan

Daftar Penyakit yang Ditanggung BPJS Kesehatan dan Manfaatnya bagi Masyarakat

19 Januari 2026
Next Post
Ojol Korban Insiden Demo Ricuh di Petamburan Masih Jalani Perawatan Intensif di RS Pelni

Ojol Korban Insiden Demo Ricuh di Petamburan Masih Jalani Perawatan Intensif di RS Pelni

Hendropriyono: Demo DPR Ditunggangi Aktor Asing

Eks Kepala BIN: Massa Tak Sadar Mereka Dimanfaatkan Aktor Eksternal

Dinkes DKI Catat 469 Korban Demo Besar Sepekan Terakhir di Jakarta

Dinkes DKI Catat 469 Korban Demo Besar Sepekan Terakhir di Jakarta

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Login
Notify of
guest

guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Recommended

Saat Simpatisan FPI Terduga Teroris Bikin Pengakuan Berbaiat ke ISIS

Saat Simpatisan FPI Terduga Teroris Bikin Pengakuan Berbaiat ke ISIS

5 tahun ago
Akademisi Dorong Kapolri Konsisten Berantas Mafia Tanah

Akademisi Dorong Kapolri Konsisten Berantas Mafia Tanah

5 tahun ago
Polisi Pastikan Stok Oksigen Medis di Probolinggo Aman dan Tercukupi

Polisi Pastikan Stok Oksigen Medis di Probolinggo Aman dan Tercukupi

5 tahun ago
Kolaborasi Vaksinasi Bareng HMI dan SEMMI, Kapolri Optimis Herd Immunity Terbentuk di Agustus-September

Kolaborasi Vaksinasi Bareng HMI dan SEMMI, Kapolri Optimis Herd Immunity Terbentuk di Agustus-September

5 tahun ago

Topics

amerika serikat APIC Artifintel Soundworks Arus Mudik 2026 Arus Mudik Lebaran ASN astrazeneca Bansos Berita BGN BPJS BPJS Kesehatan covid-19 Ditjen Hubdat DIVHUMAS Indonesia jokowi Joko Widodo Kakorlantas Polri Kapolri kemenkes kesehatan Keselamatan lalu lintas Korlantas korlantas polri Lalu Lintas Makan Bergizi Gratis MBG Nasional News Operasi Ketupat 2026 Para Ahli Pemilu 2024 Polda Sulsel polri PPKM Prabowo prabowo subianto Rekayasa Lalu Lintas Rumah Sakit Sendrasena Silancar sri mulyani vaksinasi vaksin corona
No Result
View All Result

Highlights

Kakorlantas Prediksi Mudik Lokal Meningkat, Pengamanan Diperkuat di Berbagai Wilayah

Kakorlantas Cabut One Way Nasional, Kini Fokus Idul Fitri dan Arus Balik

Kakorlantas Tegaskan Arus Mudik Lebaran 2026 Aman, Lancar, dan Terkendali

Penerapan Sistem One Way dan Contraflow Permudah Arus Mudik Lebaran 2026

Ditjen Hubdat Dorong Efisiensi Port Time, Arus Penyeberangan Stabil

Kakorlantas: Penurunan Kecelakaan 15% dan Fatalitas 38% Jadi Indikator Mudik Lebih Aman

Trending

Pemadaman Listrik Jakarta Ganggu Aktivitas Warga dan Operasional MRT
NASIONAL

Pemadaman Listrik Jakarta Ganggu Aktivitas Warga dan Operasional MRT

by christine natalia
10 April 2026
0

Jakarta — Sejumlah wilayah di DKI Jakarta mengalami pemadaman listrik secara mendadak pada Kamis malam, 9 April...

Kemenkes Tegaskan Kematian Dokter Internsip 2026 Bukan Akibat Overwork

Kemenkes Tegaskan Kematian Dokter Internsip 2026 Bukan Akibat Overwork

6 April 2026
Antisipasi Dua Gelombang Arus Balik, Kakorlantas Siapkan Rekayasa Lalin

Kakorlantas Siaga Dua Puncak Arus Balik, Rekayasa Lalin Disiapkan Dinamis

27 Maret 2026
Kakorlantas Siagakan Jajaran Hadapi Lonjakan Mudik Lokal di Jabodetabek hingga Bali

Kakorlantas Prediksi Mudik Lokal Meningkat, Pengamanan Diperkuat di Berbagai Wilayah

21 Maret 2026
Kakorlantas Resmi Akhiri One Way Nasional, Siapkan Idul Fitri dan Arus Balik

Kakorlantas Cabut One Way Nasional, Kini Fokus Idul Fitri dan Arus Balik

20 Maret 2026
© Copyright Medialontar Team All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Kamtibmas

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
wpDiscuz