Otoritas kesehatan Prancis mengambil langkah darurat dengan mengisolasi lebih dari 1.700 penumpang dan awak kapal pesiar Ambition setelah muncul dugaan wabah norovirus selama pelayaran di wilayah Eropa. Kapal tersebut tertahan di pelabuhan Bordeaux selama lebih dari 24 jam guna mendukung proses penanganan kesehatan dan investigasi medis.
Kapal pesiar Ambition tiba di Bordeaux pada Selasa (12/5/2026) dengan membawa 1.233 penumpang. Tidak lama setelah bersandar, sejumlah penumpang dilaporkan mengalami gangguan kesehatan yang mengarah pada infeksi saluran pencernaan. Otoritas kesehatan setempat kemudian melakukan pemeriksaan terhadap penumpang dan awak kapal untuk mencegah penyebaran penyakit lebih luas.
Berdasarkan laporan awal, sekitar 50 orang menunjukkan gejala yang berkaitan dengan infeksi gastrointestinal, seperti muntah, diare, serta gangguan pencernaan lainnya. Situasi tersebut membuat pihak berwenang Prancis segera menerapkan langkah pengendalian kesehatan, termasuk pembatasan aktivitas penumpang di dalam kapal.
Di tengah penanganan wabah, seorang penumpang berusia 92 tahun dilaporkan meninggal dunia di atas kapal pada Minggu (10/5/2026). Namun, operator kapal, Ambassador Cruise Line, menyatakan bahwa penumpang tersebut tidak melaporkan gejala penyakit pencernaan sebelum meninggal dunia. Hingga kini, penyebab kematian masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.
Perusahaan operator kapal mengonfirmasi terdapat 48 kasus aktif gangguan gastrointestinal di kalangan penumpang dan satu kasus di antara awak kapal. Seluruh kasus ditemukan selama pelayaran 14 malam yang dimulai dari Belfast pada Jumat (8/5/2026), kemudian berlanjut dari Liverpool pada Sabtu (9/5/2026).
Data internal perusahaan menunjukkan peningkatan jumlah kasus mulai terlihat setelah penumpang tambahan naik ke kapal di Liverpool. Kondisi tersebut memicu peningkatan kewaspadaan karena norovirus dikenal sangat mudah menyebar di lingkungan tertutup seperti kapal pesiar.
Pihak operator menegaskan bahwa setiap laporan penyakit di atas kapal ditangani secara serius. Setelah muncul laporan awal mengenai gangguan kesehatan, perusahaan langsung menerapkan protokol sanitasi tambahan sesuai standar kesehatan masyarakat internasional.
Langkah penanganan yang diterapkan mencakup peningkatan frekuensi pembersihan dan disinfeksi area publik, pengawasan layanan makanan, serta pemberian edukasi kepada penumpang terkait pentingnya kebersihan tangan. Selain itu, penumpang juga diminta segera melapor kepada tim medis apabila mengalami gejala tertentu.
Selama proses pelayaran, tim medis khusus di atas kapal melakukan pengambilan sampel untuk diuji lebih lanjut di rumah sakit universitas di Bordeaux. Hasil pemeriksaan laboratorium kemudian mengonfirmasi adanya wabah norovirus yang menyebar melalui kontak antarmanusia maupun lingkungan yang terkontaminasi.
Norovirus merupakan salah satu virus penyebab utama gastroenteritis atau peradangan pada lambung dan usus. Virus ini umumnya menyebar melalui makanan, air, permukaan benda, maupun kontak langsung dengan individu yang terinfeksi. Lingkungan dengan interaksi tinggi seperti kapal pesiar menjadi lokasi yang rentan terhadap penularan cepat.
Setelah hasil laboratorium keluar, otoritas kesehatan di Bordeaux memutuskan hanya penumpang tanpa gejala yang diizinkan turun dari kapal mulai Rabu (13/5/2026) sore. Sementara itu, penumpang maupun awak kapal yang terindikasi terinfeksi diwajibkan menjalani isolasi di dalam kapal hingga kondisi dinyatakan aman.
Kebijakan tersebut dilakukan untuk menekan potensi penyebaran virus ke masyarakat luas di daratan. Otoritas setempat juga terus memantau perkembangan kondisi kesehatan para penumpang dan awak kapal secara berkala.
Kasus wabah di kapal Ambition kembali menyoroti tantangan kesehatan di industri kapal pesiar internasional. Dalam beberapa tahun terakhir, kapal pesiar beberapa kali menjadi lokasi penyebaran penyakit menular karena tingginya mobilitas penumpang dan intensitas interaksi di ruang tertutup.
Para ahli kesehatan menilai penerapan protokol kebersihan yang ketat menjadi faktor penting dalam mencegah penyebaran virus di lingkungan kapal. Langkah sederhana seperti mencuci tangan menggunakan sabun, membersihkan permukaan umum, dan membatasi kontak dengan orang sakit dinilai efektif mengurangi risiko penularan.
Di sisi lain, operator kapal pesiar juga menghadapi tekanan untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan penumpang selama perjalanan. Penanganan cepat terhadap kasus kesehatan dinilai menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan publik terhadap industri wisata laut internasional.
Hingga saat ini, otoritas kesehatan Prancis masih melakukan pemantauan terhadap situasi di kapal Ambition. Proses investigasi epidemiologi juga terus dilakukan untuk mengetahui sumber awal penyebaran virus dan memastikan tidak ada lonjakan kasus baru di antara penumpang maupun awak kapal.















