MediaBerita
  • Login
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Kamtibmas
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Kamtibmas
No Result
View All Result
MediaBerita
No Result
View All Result
Home Jaga Negeri

Prof Ngabalin Nilai Indonesia Siap Hadapi Tantangan Global dengan Diplomasi Data

christine natalia by christine natalia
30 Juli 2025
in Jaga Negeri
0
Professor Ngabalin, bersama Vice Presiden BUFS Korea Selatan Prof. Kwon, Sun-Hee, Ph . D

Professor Ngabalin, bersama Vice Presiden BUFS Korea Selatan Prof. Kwon, Sun-Hee, Ph . D

0
SHARES
7
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Prof. Dr. Ali Mochtar Ngabalin, M.Si

Ketua DPP Partai Golkar Bidang Kebijakan Politik Luar Negeri

Guru Besar Hubungan Internasional, Busan University of Foreign Studies, Korea Selatan

Tidak banyak kabar baik yang mampu menembus riuhnya berita konflik global dan krisis pangan internasional. Namun, laporan Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2025 patut menjadi pengecualian:

Jumlah penduduk miskin ekstrem di Indonesia turun signifikan menjadi 2,38 juta jiwa, setara 0,85 persen dari populasi.

Angka ini bukan sekadar statistik; ini adalah cerminan bahwa kerja keras bangsa menuju kesejahteraan inklusif mulai menunjukkan hasil nyata. Seperti pepatah lama mengatakan

“Air beriak tanda tak dalam, orang bijak tanda tak sombong”

Pencapaian positif di tengah berbagai macam tekanan ekonomi baik lokal maupun global, justru mengingatkan kita untuk tetap rendah hati dan tidak puas dengan capaian saat ini. Masih ada 2,38 juta jiwa yang hidup dalam kondisi paling rentan, dan mereka adalah cermin bahwa perjuangan menuju keadilan sosial masih membutuhkan upaya berkelanjutan.

Data BPS menunjukkan tren penurunan yang konsisten: dari 2,78 juta orang (0,99%) pada September 2024 menjadi 2,38 juta orang (0,85%) per Maret 2025. Dibanding Maret 2024, penurunannya lebih tajam lagi, mencapai 1,18 juta orang. Penilaian ini menggunakan standar internasional Bank Dunia, yaitu pengeluaran di bawah 2,15 dolar Amerika per hari berdasarkan kemampuan daya beli 2017.

Bersamaan dengan itu, tingkat ketimpangan yang diukur melalui rasio gini juga menurun. Per Maret 2025, rasio gini nasional tercatat 0,375, turun dari 0,381 pada September 2024. Namun, angka ini masih menyimpan ironi: ketimpangan di kota mencapai 0,395, jauh lebih tinggi dibanding desa yang hanya 0,299. Kota-kota besar masih menjadi episentrum jurang sosial, bahkan ketika rata-rata nasional membaik.

Relevansi bagi Kebijakan Luar Negeri dan Diplomasi

Dalam praktik kerja-kerja hubungan internasional dan dari banyak data dan referensi, saya melihat data ini memiliki makna lebih luas daripada sekadar capaian domestik.

Dunia saat ini menilai kredibilitas sebuah negara bukan hanya dari pertumbuhan ekonomi atau kapabilitas militernya, tetapi juga dari keberhasilannya mengangkat rakyatnya keluar dari kemiskinan ekstrem. Laporan kemajuan ini menjadi kartu reputasi yang bisa kita bawa ke meja diplomasi yang dimulai dari forum G20 hingga Sidang Umum PBB, memperlihatkan bahwa Indonesia didengar dalam isu pembangunan berkelanjutan dan keadilan sosial global.

Indonesia sering mengadvokasi kesetaraan pembangunan di negara-negara Selatan Global. Dengan bukti nyata penurunan kemiskinan ekstrem, kita bisa berbicara bukan hanya sebagai pengamat, tetapi sebagai pelaku. Ini memperkuat posisi kita dalam kerja sama dalam kerangka ASEAN dan OKI, sekaligus memberi dasar moral saat kita menyuarakan keadilan bagi rakyat Palestina, Rohingya, dan komunitas tertindas lainnya di forum internasional.

Permasalahan Klasik Kota Besar yang Belum Terselesaikan

Meski angka nasional membaik, ketimpangan yang tinggi di ibukota menuntut kebijakan lebih tajam. Kota adalah pusat ekonomi sekaligus titik rapuh. Ketika jurang si kaya dan miskin semakin lebar, stabilitas sosial dan politik ikut terancam. Pemerintah pusat dan daerah harus mengarahkan program perlindungan sosial yang lebih adaptif untuk warga urban miskin: hunian terjangkau, akses transportasi publik, dan peluang kerja layak.

Dalam konteks diplomasi ekonomi, keberhasilan menekan kemiskinan ekstrem juga menjadi modal untuk menarik investasi yang inklusif. Investor global semakin menilai kesenjangan sosial sebagai indikator risiko. Indonesia yang mampu mengendalikan ketimpangan akan dipandang lebih stabil dan berdaya saing.

Mengingat benchmarking investor global biasanya mengarah ke ibu kota atau kota besar di Indonesia, maka penyelesaian ketimpangan ekonomi yang tinggi di kota-kota besar harus menjadi perhatian khusus bagi pengampu kepentingan dan kebijakan.

Momentum untuk Narasi Besar Indonesia

Penurunan kemiskinan ekstrem ini bukanlah akhir cerita. Dua juta lebih warga masih hidup dalam kondisi paling rentan. Namun, pencapaian positif ini, setidaknya memberi momentum untuk membangun narasi besar Indonesia sebagai bangsa yang bangkit dari berbagai krisis seperti pandemi, inflasi global, hingga dinamika geopolitik.

Di tengah dunia yang terbelah oleh perang dan rivalitas blok, Indonesia dapat menawarkan kisah lain: kisah transformasi sosial-ekonomi yang berpihak pada kemanusiaan. Inilah diplomasi paling kuat. Diplomasi yang bukan sekadar pidato di forum dunia, tetapi teladan nyata dari rumah kita sendiri.

Tulisan ini merefleksikan paradigma baru diplomasi Indonesia yang tidak lagi bertumpu pada retorika semata, melainkan pada prestasi konkret pembangunan sosial. Penurunan kemiskinan ekstrem dari 0,99% menjadi 0,85% dalam kurun enam bulan menunjukkan efektivitas kebijakan perlindungan sosial yang terukur dan berbasis data.

Namun, paradoks urban-rural dalam ketimpangan (rasio Gini kota 0,395 vs desa 0,299) mengungkap tantangan struktural yang memerlukan pendekatan kebijakan yang lebih sophisticated. Fenomena ini mencerminkan urbanisasi yang tidak diimbangi dengan distribusi kesempatan ekonomi yang merata, sebuah masalah klasik negara berkembang yang sedang bertransformasi.

Dari perspektif diplomasi publik, pencapaian ini memperkuat soft power Indonesia di forum multilateral. Ketika negara-negara maju menghadapi stagnasi ekonomi dan polarisasi sosial, Indonesia hadir dengan narasi alternatif tentang inclusive growth yang dapat menjadi model bagi Global South. Hal ini sejalan dengan visi Indonesia sebagai middle power yang berupaya membangun tatanan global yang lebih berkeadilan.

Tags: DiplomasiInternasionalKebijakan Luar NegeriProf Ngabalin
christine natalia

christine natalia

Related Posts

Cara Berkendara Mencerminkan Peradaban Bangsa, Kakorlantas Dorong Budaya Tertib Lalu Lintas
Jaga Negeri

Kakorlantas Agus: Keselamatan Berkendara Menentukan Karakter Bangsa

11 Mei 2026
Polantas Tanamkan Kesadaran Sejak Dini Demi Investasi Keselamatan Generasi Muda
Jaga Negeri

Polantas Perkuat Edukasi Lalu Lintas untuk Generasi Muda Sejak Dini

6 Mei 2026
Polantas Dorong Komunitas Pengendara Jadi Pelopor Keselamatan Jalan
Jaga Negeri

Polantas Bangun Kesadaran, Komunitas Jadi Garda Depan Keselamatan Jalan

6 Mei 2026
Next Post
Sri Mulyani Optimistis Tarif 0% untuk AS Mampu Tekan Harga Migas dan Pangan

Sri Mulyani Optimistis Tarif 0% untuk AS Mampu Tekan Harga Migas dan Pangan

Chery Tancap Gas di GIIAS 2025, Perkembangan eV di Indonesia Semakin Maju

Chery Dorong Transisi ke Kendaraan Listrik lewat GIIAS 2025

GWM Catat Lonjakan SPK 144% di GIIAS 2025, Tanda Minat pada Mobil Listrik

GWM Genjot Penjualan EV dan HEV, Gandeng MAS Group dan MD Transcorp

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Login
Notify of
guest

guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Recommended

Operasi Yustisi Penanganan Covid 19 di Wilayah Polres Cimahi Gencar Dilakukan

Operasi Yustisi Penanganan Covid 19 di Wilayah Polres Cimahi Gencar Dilakukan

5 tahun ago
Jelang Hari Waisak, Wakapolres Serang Kota Cek Vihara

Jelang Hari Waisak, Wakapolres Serang Kota Cek Vihara

5 tahun ago
Bongkar Bisnis Eks Relawan Vaksinasi Covid Illegal, Polda Jabar Buru Puluhan Pembeli Sertifikat Vaksin Palsu

Bongkar Bisnis Eks Relawan Vaksinasi Covid Illegal, Polda Jabar Buru Puluhan Pembeli Sertifikat Vaksin Palsu

5 tahun ago
Polisi Pastikan Stok Oksigen Medis di Probolinggo Aman dan Tercukupi

Polisi Pastikan Stok Oksigen Medis di Probolinggo Aman dan Tercukupi

5 tahun ago

Topics

APIC Artifintel Soundworks Arus Mudik 2026 Arus Mudik Lebaran ASN Bansos Berita BGN BPJS BPJS Kesehatan budaya tertib covid-19 Ditjen Hubdat DIVHUMAS Indonesia jokowi Joko Widodo Kakorlantas Polri kemenkes kesehatan keselamatan jalan Keselamatan lalu lintas Korlantas korlantas polri Lalu Lintas Makan Bergizi Gratis MBG Nasional News Operasi Ketupat Operasi Ketupat 2026 Para Ahli Pemilu 2024 polantas humanis Polantas Menyapa polri PPKM Prabowo prabowo subianto Rekayasa Lalu Lintas Rumah Sakit Sendrasena Silancar sri mulyani vaksin corona
No Result
View All Result

Highlights

Polantas Bangun Kesadaran Kolektif, Keselamatan Jadi Gerakan Nasional

Peresmian Kantor Baru Kompolnas di Jakarta, Dorong Penguatan Kinerja Pengawasan Polri

Polantas Dekat dengan Masyarakat, Kunci Pelayanan Publik yang Lebih Baik

Polantas Presisi Empati: Strategi Baru Tingkatkan Keselamatan Lalu Lintas

Polantas di Jalan dan Luar Jalan: Lebih dari Sekadar Tugas Mengatur Lalu Lintas

Polantas Mendengar Publik: Strategi Baru Bangun Kepercayaan di Jalan

Trending

Cara Berkendara Mencerminkan Peradaban Bangsa, Kakorlantas Dorong Budaya Tertib Lalu Lintas
Jaga Negeri

Kakorlantas Agus: Keselamatan Berkendara Menentukan Karakter Bangsa

by christine natalia
11 Mei 2026
0

Jakarta — Jalan raya bukan lagi sekadar ruang perpindahan kendaraan dari satu tempat ke tempat lain. Di...

Polantas Tanamkan Kesadaran Sejak Dini Demi Investasi Keselamatan Generasi Muda

Polantas Perkuat Edukasi Lalu Lintas untuk Generasi Muda Sejak Dini

6 Mei 2026
Polantas Dorong Komunitas Pengendara Jadi Pelopor Keselamatan Jalan

Polantas Bangun Kesadaran, Komunitas Jadi Garda Depan Keselamatan Jalan

6 Mei 2026
Ketika Keselamatan Jadi Gerakan, Polantas Ajak Masyarakat Berperan Aktif

Polantas Bangun Kesadaran Kolektif, Keselamatan Jadi Gerakan Nasional

6 Mei 2026
Peresmian Kantor Baru Kompolnas di Jakarta, Dorong Penguatan Kinerja Pengawasan Polri

Peresmian Kantor Baru Kompolnas di Jakarta, Dorong Penguatan Kinerja Pengawasan Polri

5 Mei 2026
© Copyright Medialontar Team All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Kamtibmas

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
wpDiscuz